Close

Respon Cepat! Presiden Joko Widodo Beri ‘Rapor Merah’ 5 Provinsi Luar Jawa Bali Selama PPKM Level 4

Minggu, 8/8/2021. Pukul 00:26 WIB

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi)

berdaulat.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo soroti tren lonjakan Covid-19 di sejumlah provinsi luar Jawa Bali yang terus meningkat selama dua pekan ini sehingga membutuhkan respon cepat.

Tercatat, provinsi di luar Jawa Bali berkontribusi 13.200 kasus (34%) dari kasus baru secara nasional pada 25 Juli lalu. Sementara per 6 Agustus 2021 naik menjadi 21.374 kasus (54%) dari kasus nasional.

“Kelihatannya terjadi pergeseran lonjakan dari Jawa Bali menuju ke luar Jawa Bali dan selama dua minggu terakhir ini penambahan kasus-kasus baru di provinsi di luar Jawa terus meningkat,” ucap Jokowi di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (7/8).

Jokowi menegaskan setidaknya ada lima provinsi yang mengalami peningkatan lonjakan kasus aktif harian tinggi. Lima provinsi diantaranya Kalimantan Timur, Papua, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Riau.

“saya melihat angka-angka tinggi di lima provinsi pada 5 Agustus kasus aktif yang ada, Kalimantan Timur tercatat 22.529 kasus aktif. Kemudian, Sumatera Utara 21.876 kasus aktif, Papua 14.989 kasus aktif, Sumatera Barat 14.496 kasus aktif, dan Riau 13.958 kasus aktif. Itu pada hari kamis.” Ujar Jokowi.

Jokowi juga mengatakan pada hari Jumat (6/8), dari ke lima provinsi itu ada yang mengalami kenaikan dan penurunan.

“Hat-hati hari Jumat kemarin, Sumatera Utara naik menjadi 22.892 kasus aktif, Riau naik menjadi 14.993 kasus aktif, Sumatera Barat naik menjadi 14.712 kasus aktif, sedangkan kasus aktif pada Kalimantan Timur dan Papua mengalami penurunan.” Tegas Jokowi

Ia menjelaskan, hal seperti ini perlu direspon secara cepat. Ada tiga hal penting yang harus dilakukan diantaranya Mobilitas indeks yang harus diturunkan, Testing dan tracing yang harus direspon dengan cepat, dan Isolasi terpusat disetiap daerah masing-masing.

Jokowi juga meminta agar berbagai pihak selalu berhati-hati. Ia juga meminta Ia juga meminta Panglima TNI untuk menggencarkan pengetesan dan penelusuran.

“Respons secara cepat. Karena ini berkaitan dengan kecepatan. Kalau ndak, orang yang punya kasus positif sudah ke mana-mana, menyebar ke mana-mana. Segera temukan,” tutupnya. (bdc/WFI)

scroll to top