Close

Prihatin Masalah PPDB Online di Riau, ATIOS Siap Bantu Aplikasi Secara Gratis!

Ketua Umum Asosiasi Teknologi Informasi & Open Source (ATIOS), Azwir Irvannanda, S.Kom., CySA+

berdaulat.com, Pekanbaru – Asosiasi Teknologi & Open Source (ATIOS) siap membantu Pemerintah Provinsi Riau menyediakan aplikasi PPDB  SMA, SMK, dan SLB. Melihat adanya kendala teknis yang dialami oleh Dinas Pendidikan Provinsi Riau terkait Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online jenjang pendikdikan SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Provinsi Riau.

Pemanfaatan Teknologi Informasi harus kita gunakan sebaik mungkin, melihat dalam masa pandemi COVID-19 ini Teknologi Informasi menjadi sebuah solusi kongkrit dalam penerimaan siswa baru.

Semula pendaftaran ini direncanakan oleh Dinas Pendidikan  pada Senin (14/6/2021). Namun, masalah PPDB Onlie berbuntut panjang bahkan pembahasan yang dilakukan di tingkat OPD Pemprov Riau tak memperoleh hasil.

Sebab tahun ini Disdik Riau tidak mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan PPDB online. Kebijakan ini diambil karena sebelumnya ada salah satu vendor yang menawarkan aplikasi PPDB online secara gratis.

“Itu lah, katanya kemarin ada vendor yang mau bekerja secara gratis, tapi setelah dievaluasi tim dari Disdik ternyata banyak sekali kendalanya. Bahkan sampai saat ini progresnya baru berjalan 5 persen,” kata Masrul membenarkan penundaan PPDB di Riau akibat belum siapnya sistem online yang akan diterapkan pada PPDB tahun ini.

“Makanya untuk sementara kita geser dulu jadwalnya, agar tidak bermasalah. Karena evaluasi tahun lalu banyak laporan koneksi internet yang bermasalah. Karena kita masih ada waktu sampai akhir Juni. Tapi kita usahakan secepatnya dibuka pendaftaran,” imbuhnya.

Sementara disisi lain, kata Masrul ada vendor lain yang sudah siap untuk menyiapkan aplikasi PPDB, namun vendor tersebut berbayar.

Sehingga untuk membayarnya harus dicarikan pos anggaran. Sebab Disdik tidak ada mengangarkan untuk PPDB online tahun ini.

Hingga pada Kamis (17/6/2021) Pemprov Riau pun terpaksa membawa persoalan ini ke Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMENDIKBUD) untuk meminta petunjuk dan jalan keluarnya. Namun hingga saat ini (17/6/2021)  hasil konsultasi yang dilakukan Disdik Riau ke KEMENDIKBUD belum ada jawaban.

Pejabat PJ Sekretaris Daerah Riau Masrul Kasmy, Rabu (16/06/2021) mengatakan terkait persoalan PPDB online di Riau pihaknya masih menunggu hasil konsultasi Dinas Pendidikan dari Kemendikbud.

“Jalan keluar persoalanan PPDB tetap minta arahan dari pemerintah pusat melalui Kemendikbud. Apakah boleh tidak PPDB online itu menggunakan dana operasional sekolah. Jadi kita tunggu hasil konsultasinya”, ujar Pj Sekda Prov Riau tersebut.

Hal ini menjadi perhatian khusus oleh Asosiasi Teknologi Informasi & Open Source (ATIOS). Ketua Umum Asosiasi Teknologi Informasi & Open Source (ATIOS), Azwir Irvannanda, S.Kom., CySA+ mengatakan sangat prihatin dan siap membantu Dinas Pendidikan Provinsi Riau untuk menyelesaikan persoalan aplikasi PPDB Online ini.

“Kita sangat prihatin dengan permasalahan aplikasi PPDB Online yang ada di Dinas Pendidikan Provinsi Riau, dan kita juga siap membantu Dinas Pendidikan Provinsi Riau untuk menyelesaikan masalah Aplikasi PPDB Online ini.” Ungkap Irvan kepada berdaulat.com, Rabu (16/6/2021)

Irvan juga menjelaskan, ATIOS siap berkordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Segala kebutuhan yang diperlukan Dinas Pendidikan Riau berkaitan dengan Aplikasi PPDB Online dan akan diselesaikan secepat mungkin.

“ATIOS siap berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Riau untuk membahas teknisnya, dan dalam waktu yang seefisien mungkin tentunya.” Tegas Irvan.

Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa pos atau anggaran untuk pengadaan Aplikasi PPDB Online ini tidak ada atau tidak dianggarkan, namun Irvan mengatakan ATIOS akan membantunya secara gratis sesuai denga spesifikasi yang diberikan sesuai dengan standar dari pemerintah.

“Pada prinsipnya ATIOS berinisiatif untuk melakukan ini, beranjak dari kepedulian dunia pendidikan, khususnya adik-adik siswa-siswi yang akan melanjutkan jenjang pendidikannnya, karena waktu tahun ajaran baru yang semakin mendesak, perlu dilakukan tindakan yang membangun dari kita bersama” Tutup Irvan. (bdc/WFI)

scroll to top