Close

Peninjauan Kembali Dikabulkan, Terdakwa Riri Menghirup Udara Bebas

berdaulat.com, Bangkinang – Rabu, 16 agustus 2022 merupakan hari Bahagia yang tidak terduga bagi Widary Yendary Binti Jamhur alias Riri. Pukul 15.00 WIB sore Riri dijemput oleh Ibu Kandungnya dan Tim Kuasa Hukumnya Refi Yulianto dan Ade Nurisman ke lapas Bangkinang.

Rasa haru campur bahagia dirasakan oleh keluarga Riri ketika mendapatkan kabar dari Lapas bangkinang bahwa permohonan Upaya Hukum Peninjauan Kembali Riri telah dikabulkan oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia, sehingga apabila dihitung dari masa tahanan yang telah dijalani Riri, mengharuskan Riri dibebaskan hari ini.

Yang mana pada mulanya menurut Refi Yulianto, Widary Yendry alias Riri merupakan Terdakwa diduga memiliki dan menyimpan Narkotika jenis sabu yang telah diputus oleh Pengadilan Negeri Bangkinang dengan Nomor Perkara 170/Pid.sus/2020/PN.Bkn. tertanggal 15 Juni 2020 dengan Vonis 6 tahun 6 bulan subsider 2 bulan.

Lebih lanjut Refi menjelaskan setelah Terdakwa menjalani hukuman 1 tahun 6 bulan, keluarga Terdakwa yaitu melalui Pamannya Saudara Irfan Taufik menghubungi Kantor Hukum Kami bermohon untuk mengajukan Peninjauan Kembali terhadap putusan ponakannya.

Karena menurut keluarga putusan tersebut dinilai terlalu berat buat terdakwa. Setelah kami pelajari dokumen dan berkas perkara, kami menduga ada yang salah dalam penuntutan yangg dilakukan oleh penyidik dan Jaksa Penuntut umum, di mana di dalam berkas BAP penyidik dan Tuntutan Jaksa penuntut umum Usia Riri saat itu dibuat telah dewasa. Sehingga tentu saja ini berdampak kepada putusan Pengadilan, di mana Terdakwa Riri dihukum oleh Majelis Hakim yangg memeriksa dan mengadili perkara aquo dengan hukuman orang dewasa.

Sementara dari berkas yang kami terima dari keluarga terdakwa, kami mendapati bahwa saat melakukan perbuatannya terdakwa riri masih anak dibawah umur, yang mana hal ini dapat dibuktikan dengan bukti kartu keluarga dan akta lahir terdakwa yang dapat menjelaskan bahwa saat perbuatan dilakukan oleh Terdakwa, saat itu terdakwa masih anak dibawah umur, sehingga sepatut dan selayaknyalah harusnya putusan pengadilan Negeri bangkinang menerapkan sistem peradilan anak terhadap terdakwa.

Maka, hal inilah yang kami jadikan Novum atau bukti baru dalam pengajuan permohonan Peninjauan Kembali kami, jelas Refi. Lebih lanjut penasehat hukum terdakwa Riri menambahkan sekira awal bulan Januari 2022 Tim Penasehat Hukum dari Kantor Hukum Refi Yulianto SH & Partners mendaftarkan upaya hukum Peninjauan kembali terhadap Putusan Pengadilan Negeri Bangkinang Nomor 170/ Pid.sus/2020/PN.Bkn ke Mahkamah Agung Republik Indonesia di Jakarta melalui Pengadilan Negeri Bangkinang.

Setelah melalui proses pembuktian serta pemeriksaan saksi-saksi dari kami selaku pihak pemohon PK, alhamdulillah Putusan PK yang kami terima atas Klien kami sungguh mencerminkan rasa keadilan bagi terdakwa. Tentu saja kami sangat berterima kasih kepada semua pihak, terutama pihak pengadilan yang telah bersedia mendukung proses persidangan PK demi terwujudnya keadilan bagi terdakwa khususnya dan keluarga terdakwa serta masyarakat pada umumnya.

Ditambahkan oleh Ade Nurisman yang juga merupakan Penasehat Hukum Terdakwa, “Bravo untuk Mahkamah Agung RI menuju yang telah bijak dan sangat teliti menilik berkas perkara. Semoga kedepannya tetap terwujud peradilan yang bersih bebas dari KKN dan mafia hukum.”, ujar nya kepada wartawan.

“Ibu Kandung Terdakwa pun berharap jangan sampai ada lagi kesalahan-kesalahan penerapan hukum yang terjadi pada anak saya Riri, terjadi kepada anak anak lainnya. Semoga ini menjadi pembelajaran buat semua pihak.”, tutupnya. ***

(I/rls)

scroll to top