Close

Masyarakat Merasa Kecewa Karena Adanya Pembatasan Vaksinasi Masal Yang Berlangsung Di Pekanbaru!

Adanya pembatasan jumlah vaksin dalam vaksinisasi massal yang berlangsung di kota Pekanbaru, hal ini dikarenakan Presiden RI, Joko Widodo bakal meninjau langsung vaksinasi massal

berdaulat.com, Pekanbaru – Terdapat pembatasan jumlah vaksin dalam vaksinisasi massal yang berlangsung di kota Pekanbaru,  hal ini dikarenakan Presiden RI, Joko Widodo bakal meninjau langsung vaksinasi massal tersebut. Hal ini membuat sejumlah masyarakat Riau harus kecewa dan tanpa bisa melakukan vaksinisasi, Rabu (19/5/2021) .

Terdapat tiga lokasi vaksinasi massal yang berlangsung mulai hari ini selama tiga hari ini. Lokasinya yakni di Gelanggang Remaja, Novotel Pekanbaru dan Hotel Furaya.

Sebelumnya, Presiden RI, Joko Widodo rencananya bakal meninjau langsung vaksinasi massal yang berada di Gelanggang Remaja, dan Jalan Jendral Sudirman.

Dikutip Tribunpekanbaru.com, aparat gabungan sudah berjaga depan gerbang masuk Gelanggang Remaja. Mereka melakukan penajagaan secara ketat di gerbang masuk areal tersebut. Aparat gabungan bersama Paspampres menanyai identitas masyarakat yang datang. Mereka yang tidak memiliki identitas atau bukan calon penerima vaksin tidak bisa masuk ke areal tersebut.

Terdapat 10 ribu orang rencananya menjalani vaksinasi mulai hari ini. Rencananya kegiatan berlangsung selama tiga hari.

“Presiden RI rencananya bakal meninjau proses vaksinasi”, terang Wali Kota Pekanbaru, Firdaus.

Hesti yang merupakan salah satu calon penerima vaksin covid-19, mengatakan bahwa dirinya sempat mendatangi lokasi vaksinasi massal Novotel Pekanbaru. Namun, Panitia di lokasi tersebut mengarahkannya agar datang ke Gelanggang Remaja.

“Tapi kata petugas keamanan tidak bisa, datang lagi nanti”, jelasnya.

Hesti mengungkapkan bahwa ia sengaja datang ke Novotel lebih dulu dikarenakan dekat dari rumahnya. Namun, yang didapatinya hanyalah kekecewaan lantaran tidak bisa ikut vaksinasi.

“Saya karena ada vaksinasi massal makanya datang, dari Novotel disuruh ke sini, tapi tidak bisa katanya,” terangnya.

Hesti pun akhirnya memilih pulang saja. Ia mengaku tidak mendapat kejelasan perihal jadwal vaksinasi massal.

“Kita tidak dapat, sebab kuota vaksinasi pagi ini terbatas, ya sudah kembali pulang saja lagi,” ujarnya.

Tidak bedanya dengan Hesti, tim berdaulat menemukan kasus yang serupa yang dialami oleh salah satu narsum terpecaya.

Ia mengatakan bahwa dirinya sudah datang ke Novotel untuk melakukan pendaftaran. Namun, dari pihak panitia meyuruh untuk mendaftar pada esok harinya yang dimana akan langsung disuntik.

Setelah ia datang pada hari yang telah ditentukan, dirinya malah tidak diterima karena tidak memiliki kupon.

“iya inilah kami mau daftar, malah gak diterima mereka” jelasnya

Si calon penerima vaksinisasi covid-19 mengalami kebingungan dalam pengambilan kupon. Hal ini dikarenakan oleh informasi yang tidak akurat dari panitia.

“awalnya mereka bilang gak tau,lalu disuruh ke dinas kesehatan atau pendidikan, ada juga yang bilang di RT, intinya gak jelaslah ngambil dimana,” tambhanya. (bdc/MA)

Masyarakat Yang mengalami penolakan vaksinasi Masal karena kuota penuh.
scroll to top