Close

Forum Mahasiswa Minas Aksi Menuntut PT. Chevron Pasific Indonesia Segera Pulihkan Lingkungan Yang Tercemar Limbah B3

Forum Mahasiswa Minas (FMM) melakukan Aksi Demonstrasi soal Pemulihan lingkungan Chevron Pasific Indonesia (CPI) Senin, (12/4/2021)

berdaulat.com, Siak – Forum Mahasiswa Minas (FMM) melakukan Aksi Demonstrasi soal Pemulihan lingkungan Chevron Pasific Indonesia (CPI) Senin, (12/4/2021) bertempat di Get Alfatah Minas , Kecamatan Minas, Kabupaten Siak.

Puluhan masa yang terdiri dari mahasiswa minas dan tergabung dalam Forum Mahasiswa Minas (FMM) berkumpul 08:30-10:15 WIB . Adapun aksi yang dilakukan antara lain orasi dan pembacaan sekaligus penandatanggani surat pernyataan sikap dari Forum Mahasiswa Minas (FMM) untuk  PT. Chevron Pasific Indonesia (CPI).

Pembukaan dibawakan oleh Koordinator Umum aksi yaitu ketua umum FMM dan kordinator Lapangan Wahyudi Gultom. Didalam orasi Koordinator Umum menyampaikan “ PT.CPI harus segera menyatakan sikap untuk segera membersihkan dan mengembalikan fungsi tanah dan sungai yang tercemar akibat limbah B3 yang disebabkan oleh Chevron Pasific Indonesia.” Ujar Yoki Indra.

Wahyudi Gultom menambahkan, bahwa sudah sangat lama masyarakat Minas ini hidup berdampingan dengan limbah, namun tak ada tindakan dari pihak perusahaan terkait limbah tersebut.

 “ Sudah puluhan tahun masyarakat Minas  hidup berdampingan dengan limbah ,dan sampai saat ini juga tidak ada tindakan atau sosialisasi terkait limbah”. Ujar Wahyudi Gultom.

Dalam lapangan aksi demonstrasi ini turut hadir Polres Minas untuk menjaga kondusifitas. IPTU Sitorus menyampaikan kepada Masa bahwa pihak Perusahaan hari ini tidak dapat menjumpai masa aksi.

“ Pihak PT. CPI hari ini  tidak dapat menjumpai massa aksi, dan persoalan ini sebaiknya dibicarakan atau duduk dengan baik baik”, ujar IPTU Sitorus.

Seperti yang diketahui, masa kontrak kerja PT. Chevron Pasific Indonesia (PT. CPI) berakhir pada tahun  2021, dan akan dilakukannya serah terima pada bulan Agustus 2021 kepada PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR), yang mana PHR merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sehingga secara jelas dan langsung pengelolaan akan dilakukan oleh Negara Republik Indonesia.

Namun menjelang dilakukannya serah terima yang akan dilakukan PT. CPI terhadap PT PHR , didapati beberapa dugaan permasalahan yang terjadi di PT. CPI yang dapat merugikan dan menjadi beban bagi Negara.

Khususnya persoalan pencemaran  lingkungan yang bersumber dari limbah B3 PT. CPI diwilayah Kec. Minas Kab. Siak , dan laporan pencemaran lingkungan ke Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Riau sebanyak 209 laporan dari Masyarat Minas. Maka dari pada itu kami Forum Mahasiswa Minas (FMM) menyatakan sikap :

1. Mosi tidak percaya terhadap PT .Chevron Pasific Indonesia (CPI).

2. Mendesak PT. CPI untuk segera melakukan pemulihan lingkungan sebelum masa kontrak selesai.

3. Mendesak PT.CPI untuk segera mengganti rugi lahan masyarakat yang tercemar limbah B3, sebelum masa kontrak selesai.

4. Mendesak PT. CPI agar melakukan transparansi dalam proses perhitungan  ganti rugi lahan masyarakat yang tercemar limbah B3.

5. Mendesak PT.CPI bertanggung jawab penuh terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi.

6. Meminta kepada pemerintahan Republik Indonesia agar memberi sanksi terhadap PT. CPI yang dinilai tidak bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan yang terjadi.

7. Apabila tuntutan di atas tidak dilaksanakan oleh PT. CPI , maka kami Forum Mahasiswa Minas (FMM) akan melakukan aksi yang lebih besar dan masa yang lebih banyak.

Wahyudi Gultom mengatakan, jika memang pihak PT. Chevron Pasific Indonesia (CPI) enggan menemui masa aksi maka itu sudah menjelaskan bahwa PT. Chevron Pasific Indonesia (CPI) tak mampu mempertanggung jawabkan lingkungan yang sudah di cemari oleh PT. Chevron Pasific Indonesia (CPI).

Wahyudi Gultom juga menyampaikan bahwa Forum Mahasiswa Minas akan melakukan konsolidasi besar termasuk melibatkan masyarakat yang terdampak  pencemaran lingkungan yang di sebabkan PT. Chevron Pasific Indonesia (CPI).

“Hari ini membuktikan kalau PT. CPI buang badan terkait persoalan pencemaran lingkungan yang di akibatkan limbah B3 di kecamatan Minas. Ini artinya PT. Chevron Pasific Indonesia tak mampu mempertanggung jawabkan kesalahannya. Selanjutnya kita akan melakukan konsolidasi besar dan melibatkan masyarakat yang terdampak pencemaran lingkunan ini”. Tutup Wahyudi Gultom. (bdm/WFI).

scroll to top