Close

DPRD Riau: Syafaruddin Poti Soroti Jembatan Penghubung Lima Kecamatan Yang Rusak di Kabupaten Rokan Hulu

Syafaruddin Poti Soroti Jembatan Penghubung Lima Kecamatan Yang Rusak di Kabupaten Rokan Hulu dan ini harus menjadi perioritas pembangunan Provinsi

berdaulat.com, Rokan Hulu –  Kondisi lima jembatan di Kabupaten Rokan Hulu (ROHUL) yang menjadi penghubung di lima kecamatan yakni Kecamatan Kunto darusalam, Kepenuhan, Bangun purba, Tambusai, dan Rembah telah rusak parah dan terbengkalai. Hal ini disorot oleh Wakil Ketua  DPRD Provinsi Riau Syafaruddin Poti yang juga merupakan Dapil Rokan Hulu (ROHUL).

Syafaruddin Poti menjelaskan, Jembatan ini sudah rusak dan terbengkalai sejak tiga tahun terakhir. Berdasarkan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) jembatan ini seharusnya menjadi perioritas pembanguan.

“Pemeriksaan BPK terhadap lima Jembatan itu ada rekomendasi untuk melanjutkan bankeu. kita berharap ke pak gubernur ini jadi prioritas,” ujar Poti, Rabu, (7/4/2021).

Poti juga menyebut jembatan ini merupakan infrastruktur penting sehingga jika terus dibiarkan terbengkalai seperti itu maka akan menjadi permasalahan dan estimasi anggaran perbaikan juga akan meningkat.

“Kita berharap ini jadi prioritas. Terutama ada tiga daerah yang sangat membutuhkan itu. Daripada ini menjadi permasalahan terus, dan estimasi anggaran semakin meningkat, mohon itu jadi perhatian Pemerintah Provinsi Riau.” Jelas Poti.

Anggaran untuk kelanjutan jembatan ini memang tidak di anggarkan di APBD 2021, namun Syafaruddin Poti mengharapkan ini dapat tersedia di 2022.

Untuk kajian perbaikan sebenarnya sudah disiapkan termasuk rencana kerja Dana Insentif Daerah (DID)-nya. Namun hal ini juga harus diusulkan dari Pemkab ke Pemko.

“Ada kajian khusus sebenarnya, ada rencana kerja dan DID-nya. Tapi ini kan harus diusulkan juga oleh kabupaten,”  Ujar Poti.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa pembangunan jembatan ini dimulai saat Arsyadjuliandi Rachman menjadi Gubernur Riau dan Suparman Bupati Rokan Hulu saatitu.

Namun pada tahun berikutnya tidak ada lagi penganggaran untuk itu. Hal ini disebabkan karena tidak dianggarkannya lagi Bankeu untuk Kabupaten dan Kota di Riau. (bdm/WFI).

scroll to top