Close

Demo di Kantor Gubernur, GMPR Desak Gubernur Riau Eliminasi SF Hariyanto Untuk Menjadi Sekda

Jum'at, (27/6/2021). Pukul: 21.19 WIB.

Gerakan Mahasiswa Peduli Riau (GMPR) gelar aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Riau

berdaulat.com, Pekanbaru – Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Riau (GMPR) melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur, Jum’at (27/6/2021).

Gerakan Mahasiswa Peduli Riau (GMPR) meminta Gubernur Riau agar lebih selektif dalam memilih calon Sekretaris Daerah Riau serta segera mengeliminasi SF Hariyanto dari daftar calon Sekretaris Daerah Riau.

Fauzi, Korlap Aksi menegaskan dalam orasinya bahwa posisi sekda merupakan posisi strategis, jangan diisi oleh orang sembarangan.

“Posisi Sekretaris Daerah ini sangat strategis. Jadi jangan sampai di isi oleh oknum yang memiliki nilai buruk dimata hukum maupun sosial.” Tegas Fauzi.

SF Hariyanto pernah menjadi saksi kasus tindak pidana korupsi yang menjerat Rusli Zainal yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Riau dan SF menjabat sebagai sebagai Kadis PUPR Riau.

Tidak hanya itu SF Hariyanto juga pernah menjadi saksi kasus tindak pidana korupsi pipa transmisi PDAM Inhil yang menjerat Muhammad Wakil Bupati Bengkalis yang saat itu juga SF Hariyanto menjabat sebagai Kadis PU Provinsi Riau tungkas Fauzi.

Menurutnya, SF Hariyanto juga pernah menjadi saksi disaat menjabat sebagai Kadispenda Riau dalam kasus korupsi SPPD fiktif Dispenda Riau 2015 – 2016 lanjut Fauzi.

Masa aksi Gerakan Mahasiswa Peduli Riau


Gerakan Mahasiswa Peduli Riau (GMPR) menduga SF Hariyanto turut serta dalam kasus korupsi tersebut.

Fauzi mengatakan, jangan sampai Riau kembali tercatat buruk dengan adanya kasus korupsi.

“Jangan sampai terulang kembali ASN nomor 1 di Riau tersandung kasus korupsi, hal itu sangat memalukan bagi masyarakat Riau”. Ujar Fauzi

Gubernur Riau harus lebih selektif dalam memilih sekda yang akan membantunya, bukan menjadi beban bagi Gubernur nantinya dalam menjalankan tugas di sisa periodesasi.

Menyikapi hal tersebut, GMPR memberikan tuntutan:
1. Meminta Kejati Riau untuk mengusut kembali kasus korupsi yang menjadikan SF Hariyanto menjadi saksi pada kasus tersebut.
2. Meminta Gubernur Riau melalui Pansel Assesmen untuk lebih selektif dalam memilih calon Sekda Provinsi Riau.
3. Mendesak Gubernur Riau untuk mengeliminasi SF Hariyanto sebagai kandidat Sekda Provinsi Riau.

(rls/WFI)

scroll to top