Close

CEK FAKTA: Benarkah Ini Bentuk Virus Corona Usai Diperbesar Ilmuwan India?

berdaulat.com – Belum lama ini beredar kabar yang menyebut ilmuwan India berhasil memotret virus corona dan hasil fotonya diperbesar sehingga gambar virus tersebut dapat terlihat secara jelas. 

Kabar tersebut semula beredar ketika seorang warganet bernama Ayumuchan mengunggah gambar tangan yang dipenuhi oleh virus ke Facebook.

“Seperti inilah bentuk corona yang berhasil difoto dan diperbesar oleh ilmuwan India. Jadi harus selalu cuci tangan atau pakai hand sanitizer kalau enggak sempat cuci tangan. Ngeri kali,” tulisnya via Facebook.

Hoaks gambar virus corona (Turnbackhoax.id).Namun, apakah benar foto tersebut menampilkan wujud virus corona?

PENJELASAN

Berdasarkan hasil penelusuran Turnbackhoax.id — jaringan berdaulat.com, dapat dipastikan bahwa gambar itu bukan hasil penemuan ilmuwan India yang berhasil memotret virus corona.

Gambar tersebut diambil dari situs penyedia gambar gratis Free Art. Gambar di atas adalah ilustrasi tangan yang terkena virus, kuman, dan bakteri yang telah diubah warnanya menjadi hitam putih agar terlihat seperti penampakan virus corona.

Ilustrasi tersebut juga telah banyak digunakan oleh situs-situs kesehatan seperti situs Dr Nitin Agrawal untuk menggambarkan kondisi tangan yang kotor.

KESIMPULAN

Dari temuan di atas, maka jelas bahwa tidak benar jika virus corona berhasil dipotret dan diperbesar tampilannya oleh ilmuwan India. Unggahan tersebut telah diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan konten yang menyesatkan.

Catatan Redaksi:Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta berdaulat.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi berdaulat.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.



Sumber berita

scroll to top