Close

Cabut Izin PT. PCAS! Kelompok Tani PEMA Bandar Khalipah Lakukan Aksi Demonstrasi

Sumber Foto: Masa Aksi Kelompok Tani PEMA Bandar Khalipah

berdaulat.com, Sergei – Ratusan Masyarakat Bandar Khalifah yang tergabung di Kelompok Tani Petani Marhaen (PEMA) melakukan aksi unjuk rasa  ke Kantor DPRD Kabupaten Sergei, namun tepat di depan Kantor Bupati  Massa aksi dari PEMA itu pun di hadang ratusan Personel Polres Sergai bersama Sat Pol PP kabupaten Sergai dengan alasan Protokol kesehatan padahal massa aksi menjalakan prokes dengan pakai masker & membawa semprot disenfektan.

Disaat bersamaan dengan itu Kapolres Serdang Bedagai AKBP Robin Simatupang langsung terjun ke lokasi dan memberikan arahan kepada masyarakat PEMA agar tidak melakukan unjuk rasa secara berkerumun.

Kepada Massa Aksi, Kapolres juga menegaskan agar mematuhi Himbauan Protokol Kesehatan (Prokes) sehingga tidak terciptanya klaster baru pandemi Covid-19 di kabupaten Sergai ini tegasnya.

Selanjutnya, masyarakat yang tergabung di PEMA melanjutkan aksi damai ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Sergai dengan longmarch dan mengatur barisan  jarak 1m dari massa aksi lainnya. Dan disambut langsung oleh Ketua DPRD Sergai dr Riski Ramadhan Hasibuan SH SE MKM.

Menyambut aksi massa masyarakat Kelompok Petani Marhaen, Ketua DPRD Sergai, dr M.Riski Ramadhan Hasibuan SH SE MKM di dampingi Wakil ketua DPRD Sergai Siswanto dan beberapa perwakilan DPRD Sergai lainnya mengucapkan terimakasih kepada kelompok tani yang ada di Kecamatan Bandar Khalifah yang datang ke rumah rakyat di kantor DPRD Serdang Bedagai ini, untuk menyampaikan aspirasi.

” Jadi bapak-bapak ibu-ibu silakan menyampaikan aspirasi tetapi harus kita mengikuti aturan yang ada pemerintah dan DPRD Serdang Bedagai pastinya ada untuk masyarakat sergai kalaupun ada permasalahan ini kami harus pelajari secara aturan tidak bisa kami ujug-ujug langsung kami lakukan proses ini.” imbuhnya.

Ketua DPRD juga meminta minimal perwakilan dari kelompok tani untuk bisa menjelaskan kronologinya setelah itu secara prosedur kelembagaan DPRD kami akan menyampaikan kepada pemerintah. Tapi percayalah dengan kami lembaga DPRD kira-kira yang ada di masing-masing dapil V dan Dapil 4 yang ada di Kecamatan Bandar Khalifah

” kami akan langsung proses secara kelembagaan surat yang akan disampaikan mohon disampaikan kepada kami atau lembaga DPRD Serdang Bedagai ,supaya secara resmi baik ini nanti kita serahkan setelah itu nanti akan kita proses dan pastinya kami akan selalu berkoordinasi dengan Ketua kelompok ataupun siapa perwakilan kelompok tani yang memang memahami dan mohon izin mohon maaf adalah data yang jelas dari kelompok. pinta Ketua DPRD Sergai Riski Ramadhan.

“Kalau ada datanya jelas sehingga kami juga bisa bekerja secara maksimal nanti kita akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dengan bidang terkait supaya ini bisa terselesaikan atau kita cari solusinya secara bersama Pungkasnya.

Sementara itu pimpinan Aksi Ridwan yang di wakil ketua aksi Adam Malik.(orator)dalam orasinya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai dan dinas terkait agar mencabut Izin PT. Prima Citra agro sawita (PCAS) yang diduga merampas Lahan Tanaman Hutan Bakau di wilayah Kecamatan Bandar Khalifah Kabupaten Sergai.

Dalam keterangan persnya, Wakil Ketua aksi Adam Malik meminta PT Prima Citra Agro Sawita untuk menghentikan semua proses yang ada di Serdang Bedagai khususnya di Kecamatan Bandar Khalifah. Kemudian meminta kepada Bupati Sergai dan unsur-unsur organisasi perangkat daerah terkait agar menghentikan dan mengeluarkan membuka semua persoalan izin izin yang hari ini kami merasa bahwa izin tersebut Ilegal.

” Karena terkait izin. Beliau merasa bahwa Pemerintah Pusat pada tahun 2016 menyatakan penutupan untuk memberikan izin lahan dikelola oleh perusahaan itu sudah tidak ada lagi,di kabupaten Serdang Bedagai ini,” terangnya.

Selanjutnya orator lain juga menyampaikan supaya Ketua Kelompok tani PEMA yang di kriminalisasi segera di bebaskan dengan SP3. Dan disisi lain ketika sedang berdialog dengan Ketua DPRD Sergai, Ketua PBHI Sumut sebagai pendamping Hukum Pema Bandar Khalipah ditangkap dengan sewenang wenang oleh aparat kepolisian.

 Zoelkifli Ketua PBHI Sumatera Utara (PBHI Sumut) ditangkap sewenang-wenang dan ditahan di Reskrim Polres Sergei saat tengah mendampingi masyarakat Kabupaten Serdang yang tengah melakukan aksi aksi menuntut atas perambahan hutan Tanaman Mangrove masyarakat di 3 desa di kecamatan bandar khalifah yg dilakukan oleh PT. Prima Citra Agro Sawita. Zoel yang saat itu sedang berdiri dan menunggu massa aksi di depan kantor DPRD Sergei secara tiba-tiba ditarik paksa dan dibawa ke Reskrim Polres Sergei tanpa menunjukkan surat tugas apapun. Massa aksi yang hadir juga dihalang-halangi untuk melakukan long march menuju kantor DPRD Serdang Bedagai.

Aksi damai tersebut pun berakhir dengan pemeriksaan antigen Covid-19 oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Serdang Bedagai kepada Massa Pema di halaman parkir kantor DPRD Sergai dengan hasil negatif reaktif. (rls/WFI)

scroll to top